MOS, Perlukah itu..????

Juli 18, 2007 at 8:25 am 27 komentar

“SISWA!!!!”
“SIAP KANG!!”
“MANA TUGAS KAMU?!”
“SIAP, TIDAK BAWA KANG!!”
“APA KAMU BILANG?! TURUN PUSH-UP 2 SERI!!”

Wow, busyet deh tadi saya lewat bekas sma saya (SMAN 5 BANDUNG) dan kebetulan sedang ada acara PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah) atau kerennya disebut MOS (Masa Orientasi Siswa). Hebat tuh para kakak-kakak kelasnya teriak terus dari pagi sampai siang pasti capek.

MOS? Apa sih sebenarnya MOS itu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa orientasi adalah peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dsb.) yang tepat dan benar. Jadi MOS itu memiliki tujuan yang bagus yaitu mengarahkan para siswa baru untuk bersikap sesuai norma dan aturan yang berlaku di sekolah mereka.

Tapi pada kenyataannya MOS itu hanya ‘pembohongan’ saja. Kenapa? Sebab banyak aturan dan norma yang terlalu dilebih-lebihkan. Misalnya saja ada seorang siswi berpakaian ‘seksi’ lalu dimarahi oleh ‘teteh kelasnya’. Memang yang memarahi itu tidak memakai seragam ‘seksi’ tapi itu karena dia sedang jadi panitia MOS, coba lihat aslinya! Wuih, lebih ‘seksi’ bro!! Apalagi (bukan sombong) cewek-cewek di Bandung emang cantik dan ‘bahenol nelkom’ (bahasa naon eta?).

Aturan yang dilebihkan lainnya adalah pengaturan waktu yang terlampau ketat, masa solat aja dijatah 5 menit?? Mana waktu untuk berdoa, berdzikir dan bertasbihnya?? Hal ini mengakibatkan siswa akan lebih takut kepada kakak kelasnya ketimbang Tuhannya. Subhanallah….

Yang berlebihan dari MOS adalah adanya tindak kekerasan dalam pelaksanaannya. Mau bukti? klik aja di sini. Ya ampun, Rasulullah saja menganjurkan kita untuk menjauhi kekerasan dalam mendidik. Semoga hal ini jangan terus berlanjut seperti kasus IPDN.

MOS memang diperlukan karena memiliki tujuan dan manfaat yang bagus bagi sisw-siswa baru. Namun dalam hal pelaksanannya harus dibuat aturan yang sangat ketat dan disertai pengawasan ekstra dari guru dan kepala sekolah.

Buat adik-adik yang sedang di-MOS jangan stres donk! Itu suma boongan kok! Kalau kalian berani sih lawan aja tuh kakak kelas bila mereka bertindak berlebihan. Oke..??

About these ads

Entry filed under: Masa Remaja, Umum. Tags: .

Iklan Doank… Si Pintar vs Si Bodoh dalam Merebut Kesuksesan

27 Komentar Add your own

  • 1. Death Berry Inc.  |  Juli 18, 2007 pukul 2:47 pm

    Sebenarnya Dinas Pendidikan sudah wanti – wanti bahwa tidak boleh ada hukuman fisik (macam push-up), ataupun yang paling mendasar seperti MOS tidak boleh lebih dari jam 13.00 WIB. Tapi SMA besar tetap saja masih mengikuti tradisi bodohnya..

    SMAN 5 Bandung jam 2 [...]
    SMAN 3 Bandung jam 4 sore [!]
    Dan lainnya,

    Saya tidak tahu MOS di sekolah saya (SMAN 22 Bandung) berakhir jam berapa. :mrgreen:

    Btw, saya baca koran yang sama. :D

    Balas
  • 2. purmana  |  Juli 18, 2007 pukul 4:22 pm

    Orang Bandung tea…!!!!!

    Balas
  • 3. Yanita  |  Juli 18, 2007 pukul 7:02 pm

    Adikku juga yang baru masuk smp2 bgd sakit gara-gara nyari tugas sampe malem…

    Kalau menurut saya sih, MOS sebaiknya diadakan oleh guru saja dan diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti seminar, kuliah/belajar di alam dan ceramah keagamaan.

    Bukankah yang seperti itu akan lebih efektif?

    Balas
  • 4. az&fa  |  Juli 18, 2007 pukul 8:09 pm

    orientasi… jelas perlu…
    disiplin jelas perlu…
    tapi praktek mos seperti diatas jelas tidak perlu….
    gak pernah ngrasain MOS :)

    Balas
  • 5. kump45  |  Juli 19, 2007 pukul 7:41 am

    perlu yg penting atasan kakak kelas ga keterlaluan kalo ngerjain peserta mos
    *pernah ngerasain mos :smile:

    Balas
  • 6. adji  |  Juli 19, 2007 pukul 9:52 am

    Bagaimanapun MOS harus tetap diadakan, Tidak seru jika MOS ditiadakan!

    Balas
  • 7. Neo Forty-Nine  |  Juli 19, 2007 pukul 2:55 pm

    he he he. bagi saya MOS itu ga da apa apanya, kenafa harus takut?

    Balas
  • 8. deKing  |  Juli 19, 2007 pukul 8:24 pm

    Perlu tidaknya MOS sangat tergantung pada muatan yang ada dalam kegiatan MOS tsb (materi MOS, aktivitas maupun sanksi hukum yang ada).
    Kalau konten MOS adalah kegiatan yg bs mengembangkan kreatifitas ya sangat bagus pengadaan MOS.

    Balas
  • 9. kump45  |  Juli 19, 2007 pukul 11:48 pm

    MOS di sma gw yg sekarang malah lebih parah, masa suruh cari barang yg tidak ada di pasaran.??sampe orang tua pada sibuk cari yg diminta anknya..keterlaluan ga ya?

    Balas
  • 10. yo3d  |  Juli 20, 2007 pukul 7:39 am

    MOS harus dipantau dengan ketat…

    Dan setiap kegiatan yang dilakukan harus memiliki makna yang penting…

    Saya setuju bahwa jika panitia MOS melakukan tindakan yg berlebihan, maka para siswa jangan takut untuk melawan….!!!

    Balas
  • 11. purmana  |  Juli 20, 2007 pukul 8:32 am

    Mun wani mah tenggeul we….
    He,,, he,,, jangan.. cuma bercanda!!

    Yang pasti MOS tuh melatih inisiatif dan keberanian kita, walaupun tindakan kita dianggap salah oleh pembina kita, tapi bila kita memiliki alasan yang kuat tuk melakukan itu dan bisa menyampaikannya pada pembina dan pengawas,,, maka sebenarnya kita sudah lulus MOS…..

    Balas
  • 12. Nayz  |  Juli 20, 2007 pukul 11:22 am

    Walaupun sangat berat , bagaimanapun juga itu harus dijalani ?
    dengan tujuan yang jelas yaitu bahwa agar siswa baru bisa lebih mengenal lingkungan sekolahnya, menghargai peraturan , waktu dll.
    tapi sekali lagi MOS,bukan untuk kekerasan. Perlu diluruskan maksudnya.

    bagi yang ikut MOS, berfikirlah positif . ingat !!! yang kalian alami tidak sebanding dengan perjuangan para pahlawan dulu !! (lho…?)
    *KABUR!!!

    Balas
  • 13. Nayz  |  Juli 20, 2007 pukul 11:24 am

    buat kump-45 komen no 9.
    kalau memang barang yang dicari gak ada, kan kita bisa kreatif.
    bikin itruanya kek,atau apalah. pokoknya kreatif lah

    kalau aku kebetulan panitia MOS , tapi tidak menuntut harus barang itu. dari situ kami mengajarkan biar mereka kreatif.

    Balas
  • 14. lambrtz  |  Juli 31, 2007 pukul 11:52 am

    salam kenal

    @Nayz
    yakin tidak apa2? saya kok curiga, “pokoknya” kalo ga sesuai dgn permintaan panitia, dihukum?

    btw saya add di blog saya ya, makasih

    Balas
  • 15. Ahmad Naharuddin Ramadhan  |  November 18, 2007 pukul 8:53 am

    Menurut saya, manfaat MOS itu lebih sedikit daripada kerugiannya. Apabila dipahami secara benar, MOS yang saat ini diberlangsungkan tidaklah sesuai dengan tujuannya. MOS sekarang ini melanggar segala norma. Apabila dipandang dari HAM, maka ini adalah pelecehan terhadap HAM, karena mungkin MOS itu antara 1 daerah dengan daerah yang lain berbeda tingkat kekejamannya. Orang-orang yang berpendapat bahwa MOS itu bertujuan mengenalkan anak pada lingkungannya itu tak benar. Pendapat itu bisa ditrima apabila MOS berlangsung sesuai tujuannya tanpa mengurangi hakikat dan tujuan itu. Dari sudut pandang Islam telah jelas, dalam kitab Shahih Muslim misalnya, Rasulullah bersabda, bahwa Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai manusia, aku telah mengharamkan kezhaliman berlaku atas diriku, maka janganlah kalian saling berbuat aniaya.” Dalam Alkitab, Injil Markus, pasal 12, ayat 29, Yesus berkata, “Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Dalam situs Kompas Cyber Web, dikatakan bahwa KOMNAS HAM sangat berkeinginan agar kekerasan dalam MOS dihilangkan. Akan tetapi, karena kerugian yang ditimbulkan MOS itu sangat banyak, maka sebaiknya MOS itu dihilangkan. Atau diganti dengan pelajaran P-4. Di antara kerugian yang lain ialah menghabur-hamburkan uang untuk membeli perlengkapan MOS, menusahkan orang tua, menjadi ajang balas dendam, mrusak gendang teliga (akibat sering dibentak) dan masih banyak lagi. Marilah kita bersama memerangi tindak kekerasan kapanpun dan dimanapun.
    Salam dan hormat saya, Hamba Allah, siswa kelas VIII dan Ketua OSIS SMP Negeri 9 Kota Yogyakarta.

    Balas
  • 16. Raket CuteZZZzzzz  |  Maret 8, 2008 pukul 12:00 pm

    Menurut kami MOS itu menggasik kan . Orang2 YaNG mBnCi KegYTN ne HanYa OYaNG2 yaNG Pas MOS di KerJaIN ma SYenioR na !!!!

    paYa CeniOR kaGa’ MgKN NgeRJain Orang YAng ga’ BanYK uLah ‘N’ SoK…………..

    MOS Juga bnYK ManfaaTTtt Na Bro……………………….

    Balas
  • 17. andromeda  |  Juli 7, 2008 pukul 2:30 am

    datang ke http://www.smppr1jkt.com…PRINSIP MOS yang dijalankan di sekolah kami selama bertahun” adalah seka cita dan gembira, bernyanyi, game zone (bubble party)…krn saya sendiri mendidik anak buah saya disiplin…cm disiplin dengan kekerasan salah besar. ada prinsip yg kita jalanin…yaitu 3 T : tegur, tegar, tegas..kondisinya anak kl dlevel 2 (tegar) aja ud takut….. ga perlu adanya ketegasaan..tuk mencari perhatian bukan galak…tapi lebih mengendepankan pendekatan psikologis n hubungan sosial…Alhamdulillah saya selaku KORLAP MOS dari zamannya masih Penataran P4 sampe sekarang ini..blum ada /mendapatkan keluhan dari orang tua ttg kerugian dari kegiatan MOS…tugas yg diberikan semua bersifat kelompok…. hari 1 mengumpulkan obat-obatan yg telah ditentukan dan obat itu sangat mudah di cari di apotik ataupun warung sekitar rumah masalah harga ??? hemmm dibatasi dibawah Rp.15.000 yg harus dibagi 6 orang (hitung sendiri berapa per anaknya), hari kedua mengumpulkan tanaman hias yag sudah ditentukan jenis n besarnya….lagi-lagi bersifat kelompok n tanaman itu diletakan di depan kelas mereka sendiri dan menjadikan tanggung jawab mereka slama sekolah di sini..hari ke 3 mereka cukup membawa air sabun yg bisa dibeli dg haga Rp. 1000-Rp.2000 / botol.. digunakan swaktu berkumpul dilapangan/diruangan…pokoke seru deh…ud gitu ada penobatan maskot MOS yg setiap taon selalu berganti tempatnya mahkota n selendang disematkan di siswa/siswi pilihan kakak panitia OSIS yg menurut mereka terampil n teraktif dlm setiap kegiatan… Bagaimana itu bisa terjadi ??? tekankan aja dgn panitia OSIS’a beri penataran 1 hari tuk materi n apa yg harus dilakukan, 2 hari pelatihan PBB, 1 hari tuk pelatihan berkomunikasi/mengisi kelas dgn mengendepankan kakak n adiq bukan senior n yunior……

    Balas
  • 18. @ngg@  |  Juli 7, 2008 pukul 1:26 pm

    He……………mos itu enak lho………jadi kalian yg penakut MOS..ngak usah takut dech,,dijamin aman… apalagi sekarang dari diknas” memperingati pd semua panitia MOS.. kalau mulai 2008 ini,ngak ada yg nama”y kekerasan…
    JAd!…………… ngak usah takut ya……………….

    Balas
  • 19. noname  |  Juli 15, 2008 pukul 3:53 pm

    Dinas Pendidikan memang sudah wanti – wanti bahwa tidak boleh ada hukuman fisik apalagi hukuman mental, ( baca saja di peraturan dinas tentang MOS), SMA 1 bdg juga yg aturan MOS 2 hari malah seminggu(kata temen urang), emank c rabu kamis jumat dinamain’na bkn MOS, dinamain LKS,, TAPPIIIIIII!!!!!!!!!! sama aja yg ngurusin anak2 OSIS sama Tatib yg suka memperlakukan siswa baru seperti BuDAK!!!

    Balas
  • 20. CiL_OuT...^_^  |  Juli 18, 2008 pukul 3:20 pm

    KuuuooonntoLLLL

    Balas
  • 21. nadia primadiyanti  |  Juli 19, 2008 pukul 9:19 pm

    sy sebagai panitia pls sma 5 merasa pls taun skrg tuh gg da apa2nya d banding angkatan atas lainnya . mreka tuh digituin supaya respect sama k2 klsnya . toh akhirnya jga mreka merasa pls tuh rame dn berkesan bgt . akhirnya qta jg saling meminta mav 1 sama lainnya .

    Balas
  • 22. Bunge penantoniaty  |  September 22, 2008 pukul 12:25 am

    Ih sumpah qu ci bgt sma m0s d smp pr 1.duit mulu,ya emg bagi semua enak,bgi 0rtu ya?berat.buat ade yg mau msk smp lbih baek jgn da,so ga enak bgt ex qu ni wkt m0s prnh d tnjok pe berdrah bkn nakutin tp emg kyatan.krn qu lg pol0z2 ya ga ngerti apa2 yaudh qu iklz ja.kl mu msk pr pzt ysel de.krn pr ya tu.cw,cwo ya centil n kurng ajr da.pa lg qu pernh jato ke sel0kan n kepla qu berdarah guru ya ga mav sama qu.bt ga udh ga 100% biaya ya pe sembh tp ih bt de.tp d situ gru na baek nam.pa anto kl liat ati2 ya GALAK

    Balas
  • 23. Bungè penantoniaty  |  September 22, 2008 pukul 12:52 am

    Oya bkn ya qu merendahkan yah.qu mau buat lg ni pliz yg baca ni JANGAN tersingung ya.qu berkata sejujur ya ni…qu kan da cerita m0s d pr,nah skrng qu mau mengupz sipat2 guru…qu ga suka dgn sipt guru yg suka mili2,aturan siswa yg BERPRETASI jgn disama kan d0ng.ah tpi ya lebai.d situ guru ya cuma minta duit mulu,emang dia kira kita semua bank guru disitu membeda2 kan aturan khan ga b0le jgn mentang2 dia hebat yg tdk hebt TERBENGKALAI tidk mau d urus.bukan yendir l0h.bdw d situ cwe ya kaya jablay ciuman trz

    Balas
  • 24. Bungè penantoniaty  |  September 22, 2008 pukul 1:09 am

    Qu lg ni bungè cwe ya genit2 tdk trmkzd qu ya.conth ya yulia bonding ia tmn qu cipokan dgn teuku emg si tanpang ya b0le lah.tp dia ga puya harga diri ih nauzubila dah.huak guru ya jga proses LEM0T bgt kejadian tu trz terulang kl0 guru ya ga kasi hukuman yg berat qu jamin de.kl0 da yg k0mplain langsung ke qu aja yah.trz masa ujian minta amal ih cöng0k bgt da.bramal kan leh aja tp dipaksa pa jdiya c0ba?sumpah da kl0 menurut qu lah guru ya ga slektif bgt da jijay bgt da.bukan qu nurunin derajat skul qu ya.

    Balas
  • 25. astri  |  Agustus 1, 2009 pukul 1:43 pm

    mmaaaaaaaaaaaaaaalllllllllllllllllllllllllllllllleeeeeeeeeeeeeeeeessssssssssssssssssssssssssssssssssss………………………………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Balas
  • 26. yusuf  |  Juli 6, 2010 pukul 11:02 am

    MOS itu penting, mnurutku dari pembekalan yang aneh aneh itulah mendidik tanggungjawab siswa baru. adanya istilah kekerasan memang harus diganti denganistilah ketegasan kakak2. dari MOS leadership panitia dan pendamping diuji. jika mereka tdk tegas, maka akan memberi efek buruk pada siswa baru dengan ancaman persepsi mereka yang apatis dengan segala peraturan. semua itu kalo dijalanin sesuai dasar dan tujuan, pasti akan baik2 baik aja. so ndak usah takut MOS, jadikan MOS sebagai tantangan yang membuat kalian lebih dewasa n lebih responsible. Mantan ka. OSIS SMA AL Hikmah MAYONG JEPARA 2007/2008

    Balas
  • 27. Ghina_Ro  |  Agustus 30, 2014 pukul 4:47 pm

    Aku murid kelas 10. Anak baru. Tapi pas MOS di marah-marahin. Walaupin 1 kelas yg dimarahin. Sekarang aku jadi paranoid sendiri. Tiap hari pasti nangis. Ga tau kenapa. Takut. Takut.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Pelajar

Pelajarpun Boleh Bicara adalah sebuah blog yang dikhususkan bagi para pelajar di seluruh Indonesia untuk bicara bebas mengenai pendidikan. Jangan mau dijadikan kelinci percobaan pemerintah saja. Mari kita bicara!!!

Terbaca

  • 85,376 kali

Arsip

Pesan-Pesan

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: