Si Pintar vs Si Bodoh dalam Merebut Kesuksesan
Juli 20, 2007
Pandangan orang saat ini banyak yang keliru terhadap ukuran kesuksesan seseorang. Orang sukses adalah orang yang banyak memiliki harta berlimpah itulah anggapan kita saat ini. Saat melihat (maaf) guru SMP atau SMA negeri yang pergi ke sekolah naik angkot atau memakai sepeda motor ‘jelek’ kita akan beranggapan bahwa jadi guru itu tidak akan sukses.
Pandangan seperti ini diperparah lagi dengan adanya anggapan bahwa orang yang pintar (bidang akademis) akan kalah ’sukses’ dengan orang yang bodoh (akademisnya). Seperti yang tertulis di sini dan juga di sini.
Apakah memang benar orang yang masa sekolahnya bodoh dalam bidang akademis akan mampu meraih kesuksesan dibanding dengan yang pintar? Kita boleh melihat contoh seperti Sir Boden Powell (Bapak Pramuka), Bill Gates, bahkan Mussolini. Mereka semua tidak memiliki apa-apa dalam bidang akademis tapi mereka bisa sukses. Lalu bagaimana dengan orang yang merengkuh kesuksesan berkat kemampuan akademis mereka? Tentu banyak, kita bisa ambil contoh Habibie dan Yudhistira Nugraha (Juara Olimpiade Fisika tk. Internasional). Mereka sukses berkat ‘bakat akademik’ mereka. Lalu sekarang pertanyaannya lebih berpeluang mana untuk merengkuh kesuksesan, Si Pintar atau Si Bodoh ??
Banyak teman saya yang (sekali lagi maaf) kurang dalam nilai akademis-nya saat SMA, tapi ia seperti terlihat tenang dan saat saya tanya kenapa? Ia menjawab tenang saja nilai rapot tak akan membuat kita kaya saat dewasa nanti. Kata siapa??? Lalu ada pula anak yang cerdas dan jenius namun kurang bergaul, dia berpendapat bahwa kesuksesan hanya bisa direngkuh dengan kerja keras dan komunikasi/pergaulan menjadi nomor dua. Itu adalah pendapat yang salah juga.
Dalam kehidupan ini ada banyak orang sukses dan sebagian besar orang sukses itu adalah orang yang bisa memaksimalkan kemampuan akademis mereka lalu ditunjang dengan kemampuan emosional dan juga komunikasi/pergaulan yang baik. Memang ada yang sukses hanya dengan mengandalkan komunikasi, tapi hal tersebut sangat sedikit dan cenderung dikatakan anomali.
Jadi di sini saya mengajak kepada teman-teman sekalian untuk kembali meluruskan apa itu arti kesuksesan dan bagaimana kesuksesan itu dapat kita raih. Untuk bacaan yang betkaitan bisa klik di sini
5 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
Y@na | Juli 20, 2007 at 9:58 am
Untuk meraih kesuksesan dalam karir yang paling penting dimiliki kemampuan dalam bekerja-sama, memposisikan diri, dan komunikasi dengan yang lebih ahli atau atasan.
Kalau pengalaman saya sih seperti itu. Tapi saya rasa setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda.
2.
?? | Juli 20, 2007 at 2:21 pm
Sukses? Tergantung APA yang INGIN DICAPAI?
TUJUANNYA apa? Kalau SAMPAI ==> SUKSES, kalau Nggak nyampe >> Ngakk Sukese.
Itu kalau dari diri sendiri ngukurnya.
Kalau orang lain yang ngukur, apakah kita sendiri peduli??
Kalau kita peduli, dan AKAN menjadikan tolak ukur, PEMACU diri untuk mencapainya, maka kita cari tahu, maunya MEREKA apa.
cth. Saya maunya HABIBIE terjun lagi ke bidang praktis keilmuwannya (bukan Politik atau ICMI). Tetapi kalau Habibie bilang, saya sudah SUKSES dengan yang dicapai selama ini, sudah ada generasi penerus untuk bidang Aeronautics. Yo, wis. It’s end up that way.
3.
Joe | Juli 20, 2007 at 4:35 pm
Kalo bwt gue sih sukses berarti berhasil mewujudkan mimpi diri sendiri, bukan mimpi orang lain.
Oleh karena definisi kesuksesan yang berbeda-beda tiap orang maka cara untuk mencapainya pun berbeda-beda.
4.
purmana | Juli 21, 2007 at 5:46 pm
[at] ??
Terima kasih, anda sepertinya orang yang berpengetahuan tinggi. Sering2 main ke sini ya, dan beri saran/kritik…
5.
the70no | Juli 26, 2007 at 1:19 pm
walah…daku mah orang bodoh neh…kesuksesan daku bisa nemu blog ini…heheh…lam kenal aja ya…