SPMB, Pintar dan Bodoh bagai dibatasi oleh kulit bawang

Juli 6, 2007 at 3:57 am Tinggalkan komentar

Pertanyaan untuk Panitia SPMB 2006

AT masuk perguruan tinggi melalui jalur SPMB merupakan dambaan setiap peserta dan keluarganya, maka dibutuhkan kerja ekstra keras untuk dapat melaluinya. Demikian juga dengan anak kami dari jauh-jauh hari melakukan persiapan dengan baik.

Tapi nasib berbicara lain, kami sekeluarga sangat shock ketika mengetaui anak kami nomor tes 1062404649 tidak termasuk dalam daftar yang diterima pada SPMB 2006. Padahal kami memprediksi anak kami bisa lolos karena menurut perhitungan, hasil SPMB anak kami jauh di atas grade yang harus dicapai. Sementara beberapa teman anak kami yang nilai dari perhitungannya masih di bawahnya bisa diterima pada jurusan yang sama.

Prediksi perhitungan tersebut kami yakni benar karena berdasarkan perhitungan beberapa bimbel di Bandung, selain itu persiapan anak kami dlam belajar setahun ini cukup maksimal dan hasilnya dapat dilihat.

1. Hasil UN yang cukup baik.
2. Hasil try out yang dilaksanakan bimbel untuk tembus SPMB selalu lolos.
3. Melakukan persiapan yang matang untuk menghindari kemungkinan gagal karena kesalahan teknis yang dilakukan peserta SPMB.

Kami sebagai orang tua sangat tidak mengerti kenapa anak kami sampai gagal, kami hanya dapat menduga-duga, apakah kesalahan teknis dari panitia SPMB, atau apakah besaran sumbangan yang ditawarkan ITB juga memengaruhi dalam penerimaan SPMB ini?..
(Surat Pembaca, PR 11/08/2006)

SPMB merupakan salah satu jalan menuju masa depan, di sinilah beratus-ratus ribu orang saling beradu kemampuan, ketenangan dan juga keberuntungan.

Hal hal yang harus dipersiapkan dalam mengikuti SPMB bukan hanya materi-materi pelajaran dan contoh-contoh soal tahun sebelumnya. Siapkanlah mental dan kondisi fisik teman-teman sebaik mungkin. Dari segi materi pelajaran bisa dikatakan bahwa tingkat kemampuan yang kita miliki itu dimiliki juga oleh ribuan peserta lainnya. Misal kita memiliki rata-rata TO 50%, jangan terlalu overconfident dengan hasil tersebut sebab yang memiliki rata-rata TO 50% atau lebih itu masih banyak di luar sana. Maka dari itu faktor mental-lah yang biasanya menjadi penentu keberhasilan seseorang.

Dari cuplikan surat pembaca di atas yang ditulis satu tahun lalu kita dapat melihat bagaimana kesedihan orang-orang yang gagal dalam SPMB dan mungkin kita juga bisa melihat bagaimana kegembiraan orang-orang yang sukses dalam SPMB. Hasil apapun yang kita peroleh tentunya tak mungkin kita rubah walaupun beribu-ribu protes kita layangkan.

Selama menunggu hasil SPMB baiknya kita berdoa agar diberikan yang terbaik bagi kita. Ingat apa yang kita anggap baik belum tentu itulah yang terbaik bagi diri kita.

Entry filed under: Umum. Tags: .

Hallo Semua KBK…>>(Kuda – Burung – Kurakura)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Pelajar

Pelajarpun Boleh Bicara adalah sebuah blog yang dikhususkan bagi para pelajar di seluruh Indonesia untuk bicara bebas mengenai pendidikan. Jangan mau dijadikan kelinci percobaan pemerintah saja. Mari kita bicara!!!

Terbaca

  • 129,149 kali

Arsip

Pesan-Pesan

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

%d blogger menyukai ini: