IQ versus EQ

Juli 7, 2007 at 10:13 pm 11 komentar

Yang Pintar tapi ‘Bodoh’

Andaikan IQ menjadi satu-satunya faktor penentu dalam kesuksesan seseorang, tentunya agak merepotkan. Mengapa? Sebab IQ itu tetap, tak berubah. Anda mungkin akan terkejut bila setelah anda dewasa melihat teman SMP atau SMA saja yang dulu ‘biasa-biasa’ atau bahkan ‘bodoh’ tapi sekarang dia bisa sukses dalam karir, bisnis atau politik. Ada pula teman-teman anda yang dulunya ‘jenius’ tapi sekarang malah gagal mendapat kesuksesan.

littlebrain

Menurut Daniel Goleman Ph.D., penulis buku Emotional Intelligence, jawabannya ada pada kemampuan memotivasi diri, semangat, ketekunan dan kemampuan mengendalikan diri mereka. Kemampuan-kemampuan di atas dinamakan kecerdasan emosional (EQ). Tidak seperti IQ, kecerdasan emosional dapat dilatih dan ditingkatkan sejak dini.

EQ menjadi paling penting, karena akal emosional selalu mendahului akal rasional. Buktinya? Lihat kejadian nyata berikut ini. Seorang pria sedang santai berjalan-jalan di tepi sungai, dilihatnya seorang gadis sedang memandang ke air dengan sambil menangis dan menjerit ketakutan. Tanpa tahu apa sebabnya, secara refleks pria itu terjun ke dalam sungai dengan dasi dan jasnya. Baru setelah ia di air, ia melihat seorang balita yang nyaris tenggelam dan kemudian ia selamatkan balita tersebut.

Apa yang membuatnya terjun tanpa pikir terlebih dahulu, jawabannya adalah amygdala. Bagian otak berbentuk almond yang terletak di kedua sisi otak ini memang spesialis soal perasaan. Bila jaringan kecil ini diambil dari kepala, jadilah kita manusia tanpa perasaan alias “buta afeksi”. Pada manusia contoh konkret bekerjanya amygdala adalah keluarnya airmata dan memerahnya wajah akibat berbagai perasaan yang diakibatkan oleh lingkungan.

Peter Solovey, psikolog asal Yale University, mengajarkan lima hal yang menentukan kecerdasan emosional seseorang :
1. Kemampuan mengenali emosinya sendiri
2. Mengelola emosi tersebut
3. Mengenali emosi orang lain
4. Memotivasi diri
5. Kemampuan menangani hubungan dengan orang lain

Kecerdasan akademik nyaris tidak membekali siswa dengan kecakapan untuk hidup: misalnya bagaimana menyiasati gejolak cinta, atau bagaimana menangkap peluang bisnis.

Artikel ini jangan dijadikan alasan bahwa memperoleh nilai akademis itu sia-sia. Kita harus berterima kasih kepada orang-orang pintar yang memiliki kekurangan dalam hal komunikasi mereka misalnya : Isaac Newton, Galileo, Thomas Alfa Edison bahkan Albert Einstein.

Jadi intinya bahwa IQ saja belum cukup untuk merengkuh kesuksesan harus dibarengi dengan faktor-faktor lainnya yaitu berupa kecerdasan emosi yang baik.

Entry filed under: Artikel, Umum. Tags: .

PAI Bakal Masuk UN 2008 !! STUDI DI AS LEBIH CEPAT LULUS

11 Komentar Add your own

  • 1. philips vermonte  |  Juli 8, 2007 pukul 11:32 am

    numpang tanya, dimana bisa dapet gambar X-Ray tengkorak Homer Simpson?

    Balas
  • 2. purmana  |  Juli 8, 2007 pukul 12:20 pm

    Gw sih dapetnya dari sini :

    Balas
  • 3. Dokumen Medis Homer Simpson « Just My Two Cents  |  Juli 9, 2007 pukul 1:42 am

    […] to rekan blogger Purnama yang kasih info tempat menemukan dokumen medis […]

    Balas
  • 4. bat man  |  Juli 9, 2007 pukul 4:45 pm

    klo nafsu vs iman di tempat gua, adanya – yuk!

    Balas
  • 5. Herianto  |  Juli 9, 2007 pukul 7:26 pm

    Bagus nih postingannya, tambah lagi ya postingan begini…

    Balas
  • 6. yo3d  |  Juli 19, 2007 pukul 8:58 am

    Kalau benar IQ tidak berubah, kenapa ada iklan susu bayi yang mengatakan bisa meningkatkan IQ anak?

    Apakah IQ kita saat kecil dan dewasa berbeda?

    Balas
  • […] Jadi di sini saya mengajak kepada teman-teman sekalian untuk kembali meluruskan apa itu arti kesuksesan dan bagaimana kesuksesan itu dapat kita raih. Untuk bacaan yang betkaitan bisa klik di sini […]

    Balas
  • 8. Ndro  |  Juli 22, 2007 pukul 8:15 pm

    Saya bingung nih pas SMP kelas 1 IQ saya 123, pas SMA kelas 1 kok jadi 130 terus pas kemaren dites lagi jadi 119???

    Kok bisa begitu ya Mas???

    Balas
  • 9. Cep Mamat  |  Juli 29, 2007 pukul 7:16 pm

    Ngomongin soal The Simpsons….

    Premier di Indonesia-nya diundur ya????????

    Balas
  • 10. ANDREAS  |  Agustus 16, 2009 pukul 10:46 pm

    DULU PADA WAKTU SAYA KECIL,KEPALA BAGIAN BELAKANG SAYA PERNAH TERBENTUR.APAKAH ITU AKAN MEMPENGARUHI EQ?

    Balas
  • 11. qurratu a'yun  |  Agustus 17, 2009 pukul 10:30 am

    jika seseorang memiliki kecerdasan tinggi,,,, orang itu menguasai alam,,tapi tak bisa menguasai diri sendiri ,,,,

    so,, siapa manusia yang paling berkualitas????
    adalah manusia yang bisa menguasai hawa nafsunya atau EQ

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Pelajar

Pelajarpun Boleh Bicara adalah sebuah blog yang dikhususkan bagi para pelajar di seluruh Indonesia untuk bicara bebas mengenai pendidikan. Jangan mau dijadikan kelinci percobaan pemerintah saja. Mari kita bicara!!!

Terbaca

  • 129,149 kali

Arsip

Pesan-Pesan

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

%d blogger menyukai ini: